Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Agustus 2019

China Klaim Bisa Sapu Habis Pangkalan Militer AS jika Perang Meletus Di Pasifik Barat

Berita Dunia - Peneliti Australia mengeluarkan laporan baru yang mengklaim bahwa rudal balistik China dapat menyapu bersih pangkalan militer Amerika Serikat (AS) beberapa jam jika perang meletus di Pasifik Barat.

Laporan setebal 104 halaman ini diterbitkan oleh Pusat Studi Amerika Serikat di Universitas Sydney, di mana mereka menganalisis strategi dan pengeluaran militer AS serta aliansi di wilayah tersebut.

Beberapa ahli militer China masih percaya bahwa Amerika Serikat adalah kekuatan superior di wilayah Pasifik.

Penulis utama laporan itu, Ashley Townshend mengutip SCMP, Rabu (21/8/2019) mengatakan kepada This Week in Asia bahwa keseimbangan kekuasaan di kawasan itu harus menjadi perhatian semua negara Asia, termasuk mereka yang berusaha mempertahankan hubungan baik dengan kedua negara adidaya.

Ia menyampaikan hal itu perlu untuk mencegah China menggunakan kebijakan luar negeri yang agresif. Laporan tersebut secara akurat menyatakan bahwa China membuat kemajuan teknologi yang pesat.

China juga diperkirakan akan menugaskan kapal induk kedua, yang merupakan kapal induk tipe 001A. Armada AS memiliki 11 kapal induk bertenaga nuklir sehingga prospek China melampaui Amerika Serikat untuk supremasi militer sangat kecil.

Laporan yang diluncurkan secara resmi pada Senin itu mengatakan "peningkatan persenjataan rudal jarak jauh milik China merupakan ancaman bagi hampir semua pangkalan, sekutu dan pangkalan rekanan Amerika, landasan terbang, pelabuhan dan instalasi militer di Pasifik Barat".

Laporan menunjukkan bahwa China dapat mengerahkan rudal sebelum bala bantuan AS tiba, memberi China keuntungan besar pada awal pertempuran.

"Karena fasilitas-fasilitas ini dapat dianggap tidak berguna dengan serangan presisi pada jam-jam awal konflik," isi laporan tersebut.

Laporan juga mendesak sekutu AS dan seperti Australia dan Jepang untuk merombak investasi militer dan rencana militer mereka.

China memiliki rudal pembunuh DF-21D, yang dapat menghantam kapal induk AS yang bergerak pada jarak hingga 1.500 km.

Rudal tersebut adalah rudal balistik konvensional yang mampu menyerang Singapura dan kepentingan besar Amerika lainnya di Korea Selatan dan Jepang.


Tags : China, AS, Pasifik Barat
Share:

Selasa, 30 Juli 2019

KPK Pastikan ada Tersangka Baru Kasus E-KTP



BERITA DUNIA -  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang memastikan, ada tersangka baru dalam kasus korupsi megaproyek e-KTP. Bahkan, menurut Saut, ada dua pihak yang akan dijerat lembaganya.

"Dua (tersangka). Namanya nanti dulu," ujar Saut saat dikonfirmasi, Selasa (30/7/2019).

Saut memastikan dalam waktu dekat KPK akan mengumumkan dua nama tersangka baru korupsi yang merugikan negara Rp 2.3 triliun. Namun hingga kini dirinya belum bisa memastikan kapan akan mengumumkannya ke publik.

"Saya belum nyebut nama ya. Saya pikir ada waktu yang lebih mungkin, kita perlu waktu kemarin ada statement, tinggal tunggu sebentar lagi," kata dia.

Saut menutup rapat identitas dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu. Bahkan, dia menolak menyebut latar belakang keduanya.

"Nanti, kita ini pokoknya ada, ada apa namanya tersangka baru itu yang dapat saya sampaikan," kata pimpinan KPK itu.

7 Koruptor

Dalam perkara e-KTP ini, KPK sudah mengantarkan tujuh orang ke dalam penjara. Ketujuh orang tersebut dinilai hakim terbukti melakukan kerugian negara Rp 2,3 triliun dari proyek sebesar Rp 5,9 triliun.

Dua mantan pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri Irman dan Sugiharto yang masing-masing divonis 15 tahun penjara, mantan Ketua DPR Setya Novanto yang juga 15 tahun penjara, pengusaha Andi Narogong 13 tahun penjara, dan Anang Sugiana Sudihardjo seberat 6 tahun penjara.

Sedangkan Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Massagung masing-masing 10 tahun penjara. Sementara itu, politikus Partai Golkar Markus Nari baru akan menghadapi persidangan.

Share:

Jumat, 19 Juli 2019

Presiden Donald Trump Mengaku AS Tembak Jatuh Drone Milik Iran

  Presiden Donald Trump Mengaku AS Tembak Jatuh Drone Milik Iran
Berita Dunia - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengaku militernya telah menembak jatuh pesawat tanpa awak atau drone milik Iran di Selat Hormuz. Drone itu ditembak jatuh lantaran dianggap mengancam kapal dengan terbang sejauh 1.000 meter darinya.

"USS Boxer mengambil tindakan defensif terhadap pesawat tak berawak Iran karena 'mengancam keselamatan kapal dan awak kapal'," kata Trump seperti dikutip dari AFP, Jumat (19/7/2019).

"Drone itu segera dihancurkan," tambahnya.

Jatuhnya pesawat tak berawak itu menambah ketegangan di wilayah Teluk antara AS dan Iran. Atas peristiwa itu, Trump menuding pemerintah terus melakukan provokasi kepada AS.

"Ini adalah yang terbaru dari banyak tindakan provokatif dan bermusuhan oleh Iran, terhadap kapal yang beroperasi di perairan internasional," kata Trump.

Trump menilai ditembaknya pesawat tak berawak milik Iran kemarin itu sebagai upaya membela diri. Dia pun menyerukan agar semua negara mengutuk Iran untuk mengganggu kebebasan navigasi dan perdagangan global.

"Amerika Serikat berhak untuk membela personel kami, fasilitas kami, dan kepentingan serta menyerukan semua negara untuk mengutuk upaya Iran untuk mengganggu kebebasan navigasi dan perdagangan global," tuturnya.

"Saya juga meminta negara-negara lain untuk melindungi kapal mereka saat mereka melewati Selat dan untuk bekerja dengan kami di masa depan," imbuh Trump.


Tags : Donald Trump, Amerika Serikat, Iran, Selat Hormuz
Share:

Selasa, 16 Juli 2019

Krisis Hubungan Diplomatik, China Tangkap WN Kanada Lagi

Berita Dunia - Beijing, China, pada Senin 15 Juli 2019, mengonfirmasi tengah menahan seorang warga Kanada terkait kasus narkoba. Pria itu menjadi satu dari beberapa WN Kanada yang menghadapi proses hukum di Tiongkok, ketika hubungan diplomatik kedua negara menegang akibat perkara hukum bos Huawei di Negeri Maple.
Krisis Hubungan Diplomatik, China Tangkap WN Kanada Lagi

Krisis diplomatik dipicu oleh penahanan Meng Wanzhou, kepala keuangan untuk raksasa teknologi China Huawei, di Vancouver. Penangkapan dikabarkan terkait pada upaya Amerika Serikat untuk mengekstradisinya.

"Biro Keamanan Publik Provinsi Shandong baru-baru ini menangani kasus terkait narkoba yang melibatkan pelajar asing," kata juru bicara kementerian luar negeri Geng Shuang pada konferensi pers.

"Salah satu orang yang terlibat dalam kasus ini adalah warga negara Kanada," lanjutnya seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (16/7/2019). Jubir Kemlu China Geng Shuang mengatakan, kasus itu sedang diselidiki dan kedutaan besar terkait telah diberitahu.

Kanada mengatakan pada Minggu 14 Juli bahwa salah satu warganya ditahan di kota Yantai, Provinsi Shandong timur, dan bantuan konsuler telah diberikan. Sebuah sumber yang mengetahui penahanan terbaru mengatakan kepada AFP bahwa tidak ada indikasi bahwa kasus itu terkait dengan penangkapan warga Kanada Michael Kovrig, seorang mantan diplomat, dan konsultan Michael Spavor, yang menghadapi tuduhan terkait spionase.

Keduanya ditahan beberapa hari setelah penangkapan CFO Huawei Meng Wanzhou pada Desember 2018 --yang memicu pertanyaan apakah langkah itu mmerupakan pembalasan. Ottawa menyebut penangkapan kedua WN Kanada itu "sewenang-wenang". Ketika pertikaian diplomatik meningkat, Beijing menghukum mati dua warga Kanada lainnya karena perdagangan narkoba dan memblokir impor produk pertanian Kanada senilai miliaran dolar.

"Kasus itu tampaknya memperkuat pesan ... bahwa China memandang penahanan sandera manusia sebagai cara yang dapat diterima untuk melakukan diplomasi," tulis Donald Clarke, profesor hukum George Washington University dalam sebuah kolom opini awal Januari 2019.

Geng mengatakan pada Senin 15 Juli bahwa kasus terakhir tidak memiliki hubungan dengan penghancuran obat terlarang pekan lalu yang berpusat di cabang lokal dari sebuah sekolah bahasa di provinsi Jiangsu, yang melibatkan tujuh guru asing dan sembilan siswa asing.

Undang-undang narkoba yang ketat di Tiongkok bisa membuat pesakitan terancam hukuman penjara yang lama atau bahkan eksekusi mati.

Diplomasi saling menahan warga negara antara China dan Kanada pernah terjadi pada 2014. Setelah pihak berwenang Kanada menangkap seorang pengusaha China untuk diekstradisi ke AS atas tuduhan peretasan, polisi Tiongkok menangkap pasangan Kanada yang telah menjalankan sebuah kafe sejak 1980-an dengan tuduhan mata-mata.

Setelah penangkapan Meng Wanzhou pada Desember 2018, setidaknya 13 warga Kanada telah ditahan di Tiongkok, dengan sebagian besar dari mereka dideportasi.

"Apa artinya ini bagi taktik pemerintah China untuk maju sebagian besar tergantung pada bagaimana hal ini terjadi," kata Maggie Lewis, profesor hukum dan pengamat China dari Seton Hall University New Jersey, seperti dikutip dari The Guardian.

"Jika pendekatan ini menghasilkan hasil yang menguntungkan bagi Beijing, maka masuk akal pemerintah akan mempertimbangkan menggunakan taktik serupa di masa depan," katanya.


Tags : China, Kanada, Meng Wanzhou
Share:

Minggu, 14 Juli 2019

Pertemuan Jokowi dan Prabowo


Berita Dunia - Ketua Umum Relawan Rumah Jokowi Yongki Jonacta Yani menyatakan, pertemuan Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto di Stasiun MRT, menjadi angin segar bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.

"Keduanya menunjukkan sikap kenegarawan kepada seluruh rakyat Indonesia. Kami bangga dengan kedua tokoh ini," kata Yongki di Jakarta, Sabtu 13 Juli 2019.

Dengan pertemuan ini, maka pintu telah tertutup bagi para anasir-anasir yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa ini.

"Hari ini semua hasrat dan ambisi para anasir tertutup, tidak terkecuali anasir-anasir yang yang dikirim dari luar negeri. Tidak ada satu pun rakyat Indonesia yang suka akan perpecahan,"ujarnya.

Kata Yongki lagi, pertemuan Jokowi-Prabowo bukti bahwa seluruh elemen bangsa kuat bersatu di bawah Garuda Pancasila.

Namun Yongki menolak untuk menyebutkan siapa atau pihak mana yang dimaksud anasir itu. "Jangan bikin gaduh lagi. Kita harus mendukung penuh apa yang sudah dilakukan Pak Jokowi dan Pak Prabowo," sarannya.

Sekjen Rumah Jokowi, Omar Aram menambahkan, baik Jokowi dan Prabowo sudah sangat tegas menyatakan sudah tidak ada lagi istilah cebong-kampret pasca Pilpres 2019.

Dia mengimbau seluruh pendukung keduanya mengikuti langkah dan pimpinannya tersebut.

Dia mengaku senang dengan pernyataan Prabowo Subianto yaitu siap bekerjasama membangun dan memajukan bangsa ini. Apakah dengan cara Gerindra masuk koalisi atau tidak, dia menyerahkan sepenuhnya kepada dua tokoh tersebut.

"Beliau-beliau itu enggak perlu diajarin. Mereka sangat paham dan berjiwa patriot. Apa yang terbaik untuk bangsa ini keduanya tahu," imbuhnya.
Share:

Sabtu, 13 Juli 2019

Pertemuan Joko Widodo Dengan Prabowo Subianto Hari Ini

Pertemuan Joko Widodo Dengan Prabowo Subianto Hari Ini
Berita Dunia - Jokowi-Prabowo akan bertemu pada hari ini, Sabtu (13/7/2019). Kabar pertemuan kedua calon presiden dalam Pilpres 2019 itu dibagikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Semoga hari ini menjadi hari yg dikenang buat proses demokrasi yg semakin dewasa..," tulis Pram, seperti dikutip Liputan6.com, Jakarta, Sabtu.

Dia berharap, pertemuan Jokowi-Prabowo ini membuat bangsa Indonesia lebih maju.

"Mudah2an pertemuan yg terjadi membuat bangsa ini semakin kuat, maju, adil dan makmur #pertemuan #indonesia #AlFatihah," lanjut Pram.

Sebelumnya, rekonsiliasi dipercaya dapat meredam gesekan di masyarakat usai pemilu. Salah satu caranya dengan mempertemukan dua pihak yang bertarung dalam Pilpres 2019: kubu Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno.

Upaya rekonsiliasi Jokowi-Prabowo sebenarnya sudah digagas sejak jauh-jauh hari, diwarnai tawar-menawar, tentu saja. Satu syarat yang diajukan adalah terkait pemulangan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Tags : Jokowi, Prabowo
Share:

Rabu, 10 Juli 2019

Kapal Militer Milik Kanada Diklaim Terkena Buzzing Jet Tempur China

Berita Dunia - Dua kapal Angkatan Laut Kanada mengalami insiden dengan sejumlah jet tempur China saat berlayar melintasi Laut China Timur, pekan ini. Kapal militer Kanada itu dilaporkan terkena 'buzzed' atau 'dengungan' dari jet-jet tempur China.
Kapal Militer Milik Kanada Diklaim Terkena Buzzing Jet Tempur China

Militer Kanada dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Jumat (28/6/2019), juga menyebut sebuah helikopter milik Angkatan Laut Kanada juga dilaporkan menjadi target 'laser' yang terdeteksi dari sebuah kapal nelayan di sekitar perairan tersebut.

Dinyatakan tidak ada korban luka maupun kerusakan dalam insiden ini.

Pengungkapan insiden ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Kanada dan China terkait penangkapan pejabat eksekutif raksasa telekomunikasi China, Huawei, pada Desember 2018 serta penahanan dua warga Kanada oleh China yang dipandang sebagai aksi balasan.

Kementerian Pertahanan Kanada menegaskan bahwa satu kapal frigate HMCS Regina dan satu kapal pendukung Asterix berlayar di 'perairan internasional di Laut China Timur' ketika dua jet tempur Su-30 milik China terbang di dekat mereka.

"Melewati kapal dalam jarak sekitar 300 meter dan ketinggian sekitar 100 kaki (30 meter)," sebut Kementerian Pertahanan Kanada dalam pernyataannya.

Insiden 'buzzing' atau 'dengungan' dari jet tempur China disebut terjadi pada Senin (24/6) lalu, sekitar pukul 15.30 waktu setempat.

Tidak hanya itu, disebutkan juga bahwa kapal-kapal militer Kanada dibayangi oleh sejumlah kapal dan pesawat China ketika kapal-kapal itu transit melewati kawasan maritim tersebut. Kendati demikian, Kementerian Pertahanan Kanada masih menyebut interaksi itu 'profesional'.

Kapal-kapal militer Kanada yang melewati Laut China Timur itu diketahui baru saja melakukan kunjungan ke Teluk Cam Ranh di Vietnam dan bergerak di Asia Timur untuk bergabung dengan upaya sejumlah negara mencegah pelanggaran sanksi-sanksi PBB oleh Korea Utara (Korut).

Diketahui bahwa hubungan antara Kanada dan China memburuk setelah Chief Financial Officer Huawei, Meng Wanzhou, ditangkap di Vancouver tahun lalu. Beberapa hari kemudian, China menangkap dua warga Kanada, mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor, dalam langkah yang dipandang sebagai balasan.

Baik Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau maupun Presiden China Xi Jinping sama-sama menghadiri KTT G20 di Jepang pekan ini. Kedua pemimpin negara sudah sejak lama tak saling bicara.

Tags : Kanada, China, militer Kanada, Justin Trudeau, Xi Jinping
Share:

Senin, 08 Juli 2019

Ibunda Sutopo Pingsan saat Jenazah Tiba ke Rumah Duka

Ibunda Sutopo Pingsan saat Jenazah Tiba ke Rumah Duka
BERITA DUNIA - Jenazah Sutopo Purwo Nugroho telah sampai di rumah duka, di Boyolali. Tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah masuk ke rumah duka. Ibunda Sutopo, Sri Rusmandari, tak kuasa menahan duka hingga pingsan.

Jenazah tiba di rumah duka di jalan Jambu kampung Surodadi RT 07 RW 09 Kelurahan Siswodipuran, Boyolali Kota, pukul 07.30 WIB. Selanjutnya jenazah dibawa masuk untuk dilakukan salat jenazah.

Ayah Sutopo, Suharsono, tak kuasa menahan tangis saat tiba di rumah duka. Begitu pula dengan istri serta ibu Sutopo serta kerabatnya. Mereka dipapah masuk ke dalam rumah. Bahkan Ibunda Sutopo, Sri Rusmandari, tak kuasa menahan duka hingga pingsan.

Para pejabat tampak melayat di rumah duka. Kepala BNPB, Letjen (TNI) Doni Monardo, juga tampak sudah berada di rumah duka.

Setelah salat jenazah, akan dilanjutkan upacara dan diberangkatkan ke pemakaman. Rencana pemakaman almarhum Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB itu pun dimajukan dari jadwal semula.

Dari rencana semula pukul 09.30 WIB menjadi Pukul 08.30 WIB. Jenazah Sutopo akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sonolayu, Boyolali Kota. Berjarak sekitar 1 km dari rumah duka.
Share:

Kamis, 04 Juli 2019

Pemprov DKI Jakarta Ingin Coba Hujan Buatan



Berita Dunia - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membuat hujan buatan untuk mengurangi partikel polusi di atmosfer. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Wahir mengatakan, opsi hujan buatan itu akan dibahas secara lebih lanjut.
Bila itu dilaksanakan, Pemprov DKI Jakarta akan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Tapi pemda DKI tidak punya keahlian dan resource tentang itu," kata Andono di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Dia menyatakan, Pemprov DKI telah menggelar rapat bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait musim kemarau ikut serta dalam pencemaran udara.

"Ternyata sekarang lagi el nino, memasuki periode el nino prediksinya sampai tiga bulan ke depan akan panas terus enggak ada hujan," ucapnya.

Dia menyebut, dari penjelasan BMKG, saat panas seperti sekarang, partikel-partikel yang dihasilkan aktivitas di kota mulai dari kendaraan ataupun industri akan menutup dan membentuk lapisan di atmosfer. Sehingga, dengan adanya musim kemarau, hal itu menimbulkan efek inversi di atmosfer.

"Kalau ada hujan lapisan ini terbuka kan kaya dicuci lah kotoran. Kaya kita misalkan baju kalau kena air kan kotorannya bisa hilang. Kalau kotoran di udara kena hujan itunya juga hilang menjadi lebih bersih," papar dia.

Himbau Masyarakat

Karena hal itu, Andono mengimbau agar masyarakat mengurangi asap kendaraan bermotor dengan beralih menggunakan transportasi publik. Sebab, kondisi yang dialami di Ibu Kota tengah dirasakan oleh masyarakat seluruh dunia.

"Kalau angkutan umum selalu ada misalkan busway koridor, ya udah di situ aja enggak usah bawa mobil sendiri karena emisinya sudah ditanggung di busway-nya. Sudah ada MRT, ayo warga DKI kita kurangi asapnya," Andono menandaskan.
Share:

Ekonomi AS Mulai Terancam Akibat Defisit Perdagangan Yang Melonjak

Berita Dunia - Defisit perdagangan AS melonjak pada Mei dan ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China membuat aktivitas di sektor jasa ke level dalam 2 tahun di Juni. Hal ini menjadi tanda-tanda lebih jauh bahwa pertumbuhan ekonomi melambat tajam pada kuartal II-2019.
Ekonomi AS Mulai Terancam Akibat Defisit Perdagangan Yang Melonjak

Melansir laman antaranews, Jakarta, Kamis (4/7/2019), prospek suram ekonomi juga digarisbawahi oleh data lain pada Rabu 3 Juli 2019 menunjukkan pengusaha swasta menambahkan pekerjaan jauh lebih sedikit dari yang diperkirakan pada bulan lalu.

Pesanan baru untuk barang-barang manufaktur turun pada Mei untuk bulan kedua berturut-turut. Laporan tersebut mengikuti data investasi perumahan dan bisnis yang lemah baru-baru ini, serta belanja konsumen yang moderat. Kepercayaan bisnis dan konsumen telah menurun.

Perlambatan dalam kegiatan, karena stimulus besar-besaran tahun lalu dari pemotongan pajak dan pengeluaran pemerintah yang lebih banyak, memudar dapat mendorong Federal Reserve untuk memotong suku bunganya bulan ini.

Bank sentral AS bulan lalu mengisyaratkan pihaknya dapat melonggarkan kebijakan moneter secepatnya pada pertemuan 30-31 Juli, mengutip meningkatnya risiko terhadap ekonomi dari perang perdagangan antara Washington dan Beijing, dan inflasi yang rendah. Dana Moneter Internasional (IMF) telah menurunkan estimasi pertumbuhan global karena berkurangnya arus perdagangan sebagai akibat dari pertarungan perdagangan.

"Orang bertanya-tanya berapa lama Washington akan terus mengklaim bahwa mereka membantu ekonomi AS," kata Chris Rupkey, kepala ekonom di MUFG di New York. "Salah satu faktor di balik kejatuhan ekonomi dalam Depresi Hebat adalah proteksionisme dan perang dagang, dan itu akan menjadi keajaiban jika ekonomi dunia dapat menghindari penurunan lain kali ini."

Defisit perdagangan naik 8,4 persen menjadi USD55,5 miliar karena lonjakan impor membayangi peningkatan ekspor secara luas, kata Departemen Perdagangan. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kesenjangan perdagangan melebar menjadi USD54,0 miliar pada Mei.

Defisit perdagangan barang dengan China, fokus dari agenda "“America First" Presiden Donald Trump, meningkat 12,2 persen menjadi USD30,2 miliar. Trump memberlakukan tarif impor tambahan untuk barang-barang China, setelah kegagalan dalam negosiasi, mendorong Beijing untuk membalas. Ekonom mengatakan ekspektasi bea tambahan kemungkinan mendorong impor dari China, yang melonjak 12,8 persen pada Mei.

Trump dan Presiden China Xi Jinping pekan lalu menyetujui gencatan senjata perdagangan dan kembali ke perundingan. Penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro mengatakan pada Selasa (2/7/2019) perundingan sedang menuju ke arah yang benar, tetapi akan membutuhkan waktu untuk mendapatkan kesepakatan yang tepat.

Ketegangan perdagangan AS-China telah menyebabkan ayunan liar dalam defisit perdagangan, dengan eksportir dan importir berusaha untuk tetap di depan dari pertarungan tarif antara kedua raksasa ekonomi. Trump pada Rabu (3/7/2019) menuduh China dan Eropa "memainkan permainan manipulasi mata uang besar dan memompa uang ke dalam sistem mereka untuk bersaing dengan AS."

"Kami masih berpikir itu sedikit lebih mungkin daripada tidak bahwa sengketa perdagangan dengan China pada akhirnya akan meningkat lebih lanjut," kata Andrew Hunter, ekonom senior AS di Capital Economics di London. "Perdagangan kemungkinan akan tetap menjadi hambatan moderat pada paruh kedua tahun ini, yang kami perkirakan akan menambah perlambatan tajam dalam pertumbuhan permintaan domestik."

Dolar sedikit berubah terhadap sekeranjang mata uang dalam perdagangan tipis di AS menjelang hari libur Hari Kemerdekaan Kamis. Saham-saham di Wall Street naik, dengan indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi karena ekspektasi penurunan suku bunga. Harga surat utang pemerintah AS juga lebih tinggi.

Pada Mei, impor barang meningkat 4,0 persen menjadi USD217,0 miliar. Selain menarik lebih banyak impor dari China, Amerika Serikat mengimpor jumlah rekor dari Uni Eropa, Meksiko dan Kanada pada Mei. Peningkatan impor berbasis luas, dengan kendaraan bermotor dan suku cadang melonjak ke tertinggi sepanjang masa.

Ekonomi AS Mulai Terancam Akibat Defisit Perdagangan Yang Melonjak

Impor minyak bumi naik dan minyak mentah lebih mahal, membantu menaikkan tagihan impor pada Mei. Ekspor barang meningkat 2,8 persen menjadi USD140,8 miliar. Ekspor meningkat di semua sektor, termasuk pesawat penumpang meskipun Boeing pada Maret menangguhkan pengiriman jetliner MAX 737 yang paling cepat terjual. Pesawat itu dilarang terbang tanpa batas waktu setelah dua kecelakaan mematikan dalam lima bulan.

Ketika disesuaikan dengan inflasi, defisit perdagangan barang meningkat USD4,8 miliar menjadi USD87,0 miliar pada Mei, menunjukkan perdagangan dapat menjadi hambatan pada produk domestik bruto kuartal kedua.

Perdagangan berkontribusi 0,94 poin persentase ke laju pertumbuhan ekonomi tahunan 3,1 persen pada kuartal pertama. The Fed Atlanta memperkirakan produk domestik bruto naik pada tingkat 1,3 persen untuk kuartal April-Juni..
Kegelisahan atas perdagangan meluas dari manufaktur ke industri jasa. Dalam laporan ketiga pada Rabu (3/7/2019), Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks aktivitas non-manufaktur turun menjadi 55,1 pada Juni, angka terendah sejak Juli 2017, dari 56,9 pada Mei.

Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi di sektor ini, yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS. ISM mengatakan "ada tingkat ketidakpastian karena perdagangan dan tarif."

Penurunan aktivitas industri jasa mencerminkan penurunan ukuran pesanan baru, yang turun ke level terendah sejak Desember 2017. Ukuran lapangan kerja jasa juga turun.

"Tren perlambatan nyata di seluruh kategori menimbulkan kekhawatiran bahwa tren perlambatan yang paling jelas dalam manufaktur juga menjadi lebih jelas dalam ekonomi yang lebih luas," kata Andrew Hollenhorst, seorang ekonom di Citigroup di New York. "Ini akan meninggalkan The Fed tepat di tebing menyediakan beberapa 'jaminan' dengan memangkas suku bunga pada pertemuan Juli."

Perlambatan dalam pekerjaan juga dicerminkan oleh Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP yang menunjukkan penggajian (pay roll) swasta meningkat 102.000 pekerjaan pada Juni dari 41.000 pada Mei, tetapi di bawah ekspektasi pasar untuk kenaikan 140.000. Itu menunjukkan rebound moderat dalam komponen penggajian swasta dari laporan ketenagakerjaan yang diikuti oleh pemerintah.

Laporan ketenagakerjaan Juni akan dirilis pada Jumat (5/7/2019). Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pekerjaan non-pertanian akan meningkat 160.000 pekerjaan setelah hanya meningkat 75.000 pada Mei. Tingkat pengangguran diperkirakan akan bertahan di dekat level terendah 50 tahun di 3,6 persen pada Juni.

Meski demikian, PHK tetap rendah. Laporan kelima dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran turun 8.000 menjadi 221.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 29 Juni.

Share:

Rabu, 03 Juli 2019

Pertemuan Jokowi dan Prabowo


Berita DuniaWakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani menyebutkan pertemuan antara Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi dengan Prabowo Subianto sudah masuk dalam agenda.


"Ada dalam agenda, tetapi kapannya saya kira menunggu momentum. Setelah ketemu dengan para ketua umum partai ataupun sebelumnya," ujar Arsul Sani di Pintu III Istana Bogor, Jawa Barat usai pertemuan TKN dan TKD dengan Jokowi, Selasa (2/7/2019) malam.

Menurutnya, sebelum Jokowi bertemu dengan Prabowo pasca-Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, orang-orang di sekeliling Jokowi sudah terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu.

"Kalau melalui komunikator atau lingkungan terdekat Pak Jokowi itu kan sudah. Nanti paling kalau waktunya sudah ada, ancer-ancernya akan diputuskan siapa utusannya," kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Asrul menyebutkan, pertemuan antara Jokowi dengan pimpinan TKN dan pimpinan TKD Jokowi-Ma'ruf dari 34 provinsi di Istana Bogor ini tidak membahas persoalan politis, melainkan sekadar silaturahmi dan ucapan terima kasih dari Jokowi.

"Acaranya ucapan terima kasih Pak Jokowi terhadap TKN dan TKD, apresiasi atas kerja kerasnya selama sembilan bulan ini," tutur dia seperti dikutip Antara.

Ia membeberkan, beberapa hal yang yang disampaikan oleh pimpinan TKN dan TKD ke Presiden Jokowi salah satunya yaitu meminta agar bisa terus berkontribusi pada Jokowi, termasuk ketika menjalankan roda pemerintahan di periode kedua, tahun 2019-2024.

"Tadi juga Pak Jokowi menyampaikan pengalaman yang lucu, yang menarik selama masa kampanye," kata Arsul.

Menurut dia, Jokowi menceritakan beberapa pengalaman menarik ketika berkampanye, yaitu saat bermandikan hujan di Kota Tegal, Jawa Tengah maupun saat berada di Sorong, Papua.

Tetap Berkomunikasi

Selain itu, anggota TKD juga ada yang menyampaikan harapan kepada Jokowi untuk dapat tetap membantu pelaksanaan pembangunan. Arsul menambahkan, anggota TKD berharap dapat terus berkomunikasi dengan Jokowi ketika Presiden melakukan kunjungan ke daerah-daerah.

Sementara itu, Wakil Sekretaris TKN Verry Surya dalam siaran persnya, menambahkan Ketua TKN Erick Thohir, Ketua Harian TKN Moeldoko, dan para pimpinan TKD dari 34 provinsi turut dalam acara tersebut.

Sejumlah pengurus TKN bersama TKD melakukan kunjungan ke Istana Kepresidenan Bogor untuk bertemu Jokowi. Acara itu berlangsung tertutup untuk media massa.
Share:

Rabu, 26 Juni 2019

Sempat Aksi di Tugu Kuda, Petugas Polisi Hingga TNI Siaga di Gedung MK

BERITA DUNIA - Massa dari berbagai ormas maupun gerakan akan menggelar aksi kawal Mahkamah Konstitusi (MK) di depan Patung Kuda, Jakarta Pusat hari ini. Petugas kepolisian hingga TNI pun disiagakan di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK).
Sempat Aksi di Tugu Kuda, Petugas Polisi Hingga TNI Siaga di Gedung MK

Sekitar pukul 08.40 WIB, di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019), petugas kepolisian tersebar di sudut Gedung MK dan di depan MK. Petugas bersiap berjaga di pintu depan dan belakang MK.

Di sekitar depan gedung MK, polisi yang berjaga tampak dilengkapi dengan peralatan seperti tameng. Mobil barakuda juga terparkir di samping Gedung MK. Sementara di pintu belakang MK, tepatnya di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, petugas juga berjaga. Setiap tamu yang akan memasuki kawasan MK diperiksa terlebih dahulu tasnya dan harus melewati metal detector.

"Diperiksa tasnya dulu ya," ujar salah satu petugas.

Sementara itu, jalan dari depan Kementerian Pertahanan juga sudah ditutup dengan kawat berduri dan dijaga oleh sejumlah polisi. Penutupan jalan itu sampai ke depan MK.

Untuk arah sebaliknya, yakni di Jalan Merdeka Barat arah Jalan MH Tahmrin lalu lintas dibuka. Terlihat lalu lintas yang mengarah ke arah Thamrin padat.

Seperti diketahui, massa dari berbagai ormas dan gerakan akan menggelar aksi kawal MK di depan Patung Kuda. Massa tersebut di antaranya berasal dari PA 212, Gerakan Kedaulatan Rakyat (GKR), hingga Emak-emak Jabar. Saat ini, massa sudah tampak berdatangan di lokasi.
Share:

RECENT POST

Copyright © BERITA DUNIA - Blog Penyaji Info dan Berita Terbaru | Powered by Blogger